Relocation Services Indonesia

Data Center Relocation Services

PT NPS Pemuda Berdikarisma provides Data Center Relocation Services for server rooms, enterprise data centers, colocation environments, and mission-critical facilities in Indonesia. Our team helps plan and execute relocation activities through site assessment, asset inventory, cutover planning, decommissioning, transport coordination, re-installation, testing, recommissioning, and handover documentation.

Site assessment and relocation risk mapping
Asset inventory, labeling, and cable mapping
Planned shutdown, decommissioning, and move coordination
Re-installation, testing, and post-move validation
Risk-Based Relocation Planning
Phased Cutover Approach
Documented Asset Handover
Data Center Relocation Services in Indonesia
01 Controlled Migration for Critical Infrastructure Assessment, cutover planning, relocation execution, testing, and handover documentation.
Relocation Scope

Structured Data Center Relocation Support

Relokasi data center membutuhkan koordinasi lintas tim, dokumentasi aset yang akurat, cutover plan yang jelas, serta prosedur re-commissioning agar infrastruktur dapat kembali beroperasi secara terkendali di lokasi baru.

01

Pre-Relocation Site Assessment

Survey lokasi asal dan tujuan untuk melihat akses, jalur angkut, kapasitas power, cooling readiness, rack layout, service window, dependency, dan potensi risiko relokasi.

Assessment
02

Asset Inventory & Cable Mapping

Pendataan asset, serial number, rack position, port mapping, power connection, cable labeling, dan foto kondisi awal untuk menjaga traceability saat re-installation.

Asset control
03

Cutover & Migration Planning

Penyusunan sequence kerja, maintenance window, person-in-charge, dependency, rollback consideration, dan komunikasi status agar eksekusi relokasi lebih terkendali.

Cutover planning
04

Decommissioning & Packing Supervision

Dukungan shutdown terencana, pembongkaran perangkat, packing coordination, handling supervision, dan persiapan transport sesuai karakteristik asset.

Safe handling
05

Re-Installation & Re-Commissioning

Pemasangan ulang perangkat, power-up sequence, validasi koneksi, pengujian fungsi, dan coordination check agar sistem siap digunakan di lokasi tujuan.

Rebuild & test
06

Post-Move Validation & Report

Pengecekan pasca-relokasi, issue log, punch list, rekomendasi improvement, dan dokumentasi handover untuk memastikan status pekerjaan dapat ditelusuri.

Validation report
Equipment Coverage

Infrastructure We Can Relocate or Re-Install

NPS mendukung relokasi dan re-installation untuk berbagai infrastruktur data center. Scope final akan disesuaikan dengan kondisi asset, akses lokasi, vendor requirement, dan kebutuhan downtime pelanggan.

IT Equipment

Server, Storage & Network

Support untuk inventory, labeling, de-racking, re-racking, dan koneksi ulang perangkat IT sesuai sequence yang disepakati.

Server rack Storage system Network switch Router & firewall Patch cable mapping
Power Systems

UPS & Electrical Support

Support untuk power equipment relocation atau re-installation dengan memperhatikan shutdown sequence, battery handling, dan electrical safety.

UPS system Battery cabinet PDU / RPP STS / ATS Electrical panel
Cooling Systems

Precision Cooling & Thermal Equipment

Support untuk dismantling coordination, re-installation, testing, dan commissioning cooling equipment sesuai scope teknis dan site readiness.

PAC / CRAC In-row cooling CRAH unit CDU Cooling interface
Facility Systems

Monitoring, Safety & Room Infrastructure

Support untuk facility-related system yang perlu dipindahkan, dipasang ulang, atau divalidasi kembali setelah relokasi.

EMS Water leak detection CCTV Access control Fire suppression interface
Operational Outcomes

Relocation Outcomes for Mission-Critical Environments

Tujuan utama relokasi bukan hanya memindahkan perangkat, tetapi memastikan asset, dependency, downtime window, dan proses startup dapat dikendalikan dengan dokumentasi yang jelas.

01

Controlled relocation risk

Risk register, dependency check, dan cutover sequence membantu mengurangi potensi kesalahan saat shutdown, movement, dan startup.

02

Clear downtime window

Maintenance window, role ownership, dan komunikasi status membuat customer lebih siap menghadapi periode relokasi dan validasi.

03

Better asset traceability

Labeling, inventory list, rack mapping, dan photo record membantu memastikan asset yang dipindahkan dapat ditelusuri dari lokasi asal ke lokasi tujuan.

04

Lower handling uncertainty

Packing plan, handling instruction, dan transport coordination membantu mengurangi risiko kerusakan akibat penanganan yang tidak sesuai.

05

Smoother recommissioning

Re-installation checklist dan functional test membuat proses startup di lokasi baru lebih terarah dan mudah divalidasi.

06

Audit-ready handover records

Relocation report, test result, issue log, dan recommendation memudahkan internal review, audit, dan future operation handover.

NPS Method

Data Center Relocation Framework

NPS menggunakan framework relokasi bertahap agar perpindahan infrastruktur dapat dikendalikan dari tahap survey, planning, movement, re-installation, sampai handover.

Step 01

Assess

Review lokasi asal dan tujuan, asset criticality, access route, power and cooling readiness, dependency, dan risiko relokasi.

Source and destination survey Asset and dependency review Risk and constraint mapping
Step 02

Plan

Menyusun cutover plan, maintenance window, work sequence, communication matrix, dan rollback consideration jika dibutuhkan.

Cutover sequence Downtime window alignment Owner and escalation matrix
Step 03

Move

Melakukan shutdown coordination, decommissioning, labeling, packing supervision, transport coordination, dan receiving check.

Safe shutdown support Packing and handling control Transport coordination
Step 04

Rebuild

Re-racking, reconnection, power-up sequence, functional test, dan re-commissioning sesuai kondisi lokasi tujuan.

Re-installation checklist Power and connectivity validation Functional test support
Step 05

Report

Menyediakan relocation report, issue log, test record, punch list, dan rekomendasi improvement untuk handover operasional.

Relocation documentation Issue and punch list record Handover recommendation
FAQ

Frequently Asked Questions

Pertanyaan umum tentang layanan Data Center Relocation NPS untuk server room, enterprise data center, dan fasilitas mission-critical.

Data Center Relocation adalah layanan pemindahan infrastruktur data center atau server room dari satu lokasi ke lokasi lain dengan proses terencana. Scope dapat mencakup assessment, asset inventory, labeling, shutdown coordination, decommissioning, packing, transport coordination, re-installation, testing, recommissioning, dan handover documentation.
NPS membantu menyusun cutover plan, maintenance window, dependency list, role ownership, dan startup validation. Downtime tetap bergantung pada kompleksitas sistem, kesiapan lokasi tujuan, aplikasi yang berjalan, dan strategi migrasi yang disetujui bersama customer.
Informasi awal yang dibutuhkan biasanya mencakup jumlah rack, daftar asset, layout lokasi asal dan tujuan, critical system dependency, target downtime window, akses loading area, kebutuhan power and cooling, serta requirement khusus dari vendor atau internal IT team.
Ya, NPS dapat mendukung relokasi atau re-installation untuk UPS, battery cabinet, PDU, precision cooling, EMS, water leak detection, access control, CCTV, dan sistem facility lainnya. Scope final perlu dikonfirmasi melalui site survey karena setiap sistem memiliki risiko dan requirement teknis berbeda.
Perlindungan asset atau asuransi transport dapat dikoordinasikan berdasarkan scope proyek, nilai asset, rute relokasi, dan arrangement dengan logistics partner. Detail coverage sebaiknya ditentukan di proposal agar batas tanggung jawab, nilai pertanggungan, dan prosedur klaim jelas sejak awal.
Start with a Relocation Review

Planning a Data Center Relocation?

Konsultasikan rencana relokasi data center Anda dengan tim NPS. Kami dapat membantu melakukan site review, menyusun asset inventory, menentukan cutover strategy, memetakan risiko, dan menyiapkan proposal relokasi yang sesuai dengan kondisi operasional Anda.

Site assessment Asset inventory Cutover planning Re-commissioning