Pentingnya UPS: Perlindungan Listrik yang Kritis

UPS (Uninterruptible Power Supply) banyak digunakan di kalangan pemilik bisnis, perusahaan, juga rumahan. Fungsi utamanya adalah menjaga kontinuitas daya dan mencegah perangkat elektronik Anda mati mendadak saat terjadi kegagalan listrik atau pemadaman. Bagaimana cara alat ini bekerja dan mengapa Anda membutuhkannya?

Komponen UPS dan Cara Kerjanya

UPS atau disebut juga Catu Daya Tidak Terputus adalah solusi perlindungan listrik saat terjadi gelombang transien ataupun penurunan dan lonjakan tegangan yang memicu kerusakan permanen pada perangkat elektronik.

Alat ini terdiri dari beberapa komponen penting, di antaranya:

Baterai: umumnya berjenis nikel-cadmium atau lead-acid, mampu bertahan selama 30 menit hingga 2 jam sebagai sumber tegangan cadangan.

Rectifier: penyearah yang mengubah arus AC menjadi DC saat pengisian baterai.

Inverter: kebalikan penyearah; mengubah arus DC kembali ke AC saat baterai diaktifkan.

Sederhananya, UPS bekerja mengumpulkan daya dari sumber listrik utama secara terus-menerus ke baterai internalnya. Ketika listrik utama stabil, alat ini menyediakan daya ke perangkat elektronik secara langsung melalui konversi daya AC ke DC.

Ketika daya listrik utama terganggu, UPS akan beralih ke baterai secara otomatis, mengubah daya DC kembali ke AC, dan menjaga perangkat elektronik Anda tetap beroperasi. 

Mengapa UPS Penting untuk Anda?

Tidak hanya perusahaan skala besar atau pusat data, UPS juga bisa dimanfaatkan oleh kantor kecil, bisnis ritel, fasilitas kesehatan, industri dan manufaktur, hingga rumah tangga. Mengapa alat ini begitu penting? Lihat manfaat menggunakannya berikut ini.

Melindungi Perangkat Kritis

UPS menjaga kontinuitas daya, bekerja melindungi perangkat kritis seperti komputer, server, dan peralatan elektronik penting lainnya dari risiko kerusakan akibat gangguan pasokan listrik maupun pemadaman.

Menyelamatkan Data-data Penting

Jangan sampai harus menanggung rugi karena kehilangan data saat server dan komputer mati mendadak. UPS akan memberi waktu untuk Anda menyimpan semua data dan mematikan perangkat dengan aman.

Memberi Waktu Ekstra untuk Mengaktifkan Sistem Cadangan

Setelah listrik padam, UPS akan memberi waktu ekstra kepada Anda untuk mengaktifkan sistem cadangan, seperti generator, dengan posisi perangkat elektronik tetap menyala.

Mengurangi Risiko Kebakaran

Arus listrik bisa terganggu akibat pemadaman yang tiba-tiba, kemudian menyebabkan korsleting, lalu meningkatkan potensi kebakaran. Nah, UPS akan menjaga agar korsleting tidak terjadi dengan cara menstabilkan keluar masuk arus listrik, walaupun terjadi pemutusan listrik berulang kali.

Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Bila perangkat elektronik rusak atau data hilang, tentu produktivitas menjadi terganggu. Anda pun harus melakukan input data ulang, mengganti data yang hilang, bahkan mengeluarkan biaya perbaikan perangkat yang bermasalah. Nah, dengan UPS, efisiensi aktivitas harian akan terjaga. Anda juga bisa menghemat biaya service maupun penggantian.

User Friendly

UPS mudah penginstalannya, bisa diintegrasikan dengan internet, dan bisa melakukan diagnosis serta manajemen terhadap dirinya sendiri sehingga mudah mengantisipasi bila akan terjadi gangguan sistem. Selain itu, Anda juga bisa mengontrol UPS melalui jaringan LAN dengan penambahan beberapa aksesoris yang dibutuhkan.

Itulah pentingnya UPS sebagai perlindungan listrik ketika tegangan tidak stabil akibat pemadaman atau kegagalan listrik. Perlu diingat, alat ini hanya menyediakan daya cadangan dengan waktu maksimal, mulai dari 30 menit hingga 8 jam. Dalam beberapa kasus, mungkin Anda membutuhkan sistem cadangan yang bisa berfungsi sebagai primer power seperti genset.

Pilih UPS yang ideal, pastikan menggu

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *